Sebelum serahkan dari ruang rapat DPR PT, Marlin A. Pigome, anggota FPMAPT, mengatakan, 44 poin rekomendasi dan aspirasi tentang perlindungan hak-hak OAP di provinsi Papua Tengah merupakan hasil seminar sehari yang digelar di aula STT Walter Post Nabire, Selasa (7/1/2025) lalu. Seminar tersebut bertema “Pendidikan hukum kritis tentang perlindungan hak-hak masyarakat adat di Papua Tengah”.
Sebagai ketua panitia seminar itu, Marlin mengaku banyak hal mengemuka dalam kegiatan tersebut. Setelah dibahas, hasilnya dirumuskan bersama dan diserahkan ke DPR Papua Tengah.
“Rekomendasi dan aspirasi ini dirumuskan bersama-sama setelah kami adakan seminar sehari, jadi bapak-bapak dan ibu-ibu dewan tolong tindaklanjuti karena ini menyangkut keselamatan masyarakat adat Papua di provinsi baru ini,” ujarnya.
Marlin didampingi sekretaris panitia seminar Yosep Mote dan ketua FPMAPT Lukas Degei dan beberapa pengurus menyerahkan 44 poin rekomendasi dan aspirasi itu ke dewan yang diterima langsung Maksimus Takimai, ketua sementara DPR Papua Tengah.






